Home

Friday, May 7, 2010

Trik Membuat Internet Anda Super Cepat


Browsing Internet dengan kecepatan yang tinggi pasti sangat menyenangkan, berbagai cara dilakukan untuk mempercepat koneksi internet baik menggunakan software agar koneksi internet menjadi lebih cepat maupun menggunakan settingan tertentu yang diklaim bisa mempercepat koneksi internet.

Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat digunakan untuk mempercepat koneksi internet :
A. Menggubah setting bandwith pada windows (Hanya kami uji pada Windows XP)
Pada dasarnya OS windows sudah membatasi bandwidth untuk koneksi internet sebanyak 20% dari total bandwidth yang seharusnya bisa maksimal, jika netter ingin menambah bandwidth internet supaya koneksinya terasa lebih cepat dan kencang bisa dengan cara mengurangi atau mengosongkan batasan bandwidth tersebut supaya pada Windows kita bisa maksimal dalam menggunakan bandwidth yang sudah ada.
Ikuti petunjuknya seperti dibawah ini :
1. Klik Start
2. Klik Run
3. Ketik gpedit.msc
4. Kemudian klik Ok
5. Setelah masuk klik (buka) Administrative Templates
6. Kemudian klik (buka) Network
7. Setelah terbuka klik QoS Packet scheduler
8. Kemudian klik Limit Reservable Bandwidth
9. Dan setelah terbuka ubah setting menjadi Enable
10. Kemudian ubah Bandwidth Limitnya menjadi 0
11. Klik Apply, dan terus Ok
12. Kemudian keluar dan Restart komputer

B. Pakai browser Google Chrome atau Apple Safari
Versi terbaru dari browser Chrome dan Safari sangatlah cepat bila dibandingkan dengan Firefox ataupun Internet Explorer (sudah dicoba dan terbukti memang jauh lebih cepat). Saran saya pakailah Google Chrome karena selain cepat, Chrome lebih aman dibanding dengan Safari, walau dalam beberapa hal Safari kadang lebih cepat dari Chrome.
Kalau netter sudah terbiasa memakai Firefox dan tidak ingin beralih ke browser lagi, bisa tambahkan Add-on “Adblock” untuk memblok iklan, gambar, dan flash yang aktif. Ada beberapa Add-on lagi dari Firefox seperti NoScript yang bisa mempercepat akses internet, tapi sayangnya kalau kebanyakan Add-on justru, kadang malah memperlambat akses dari browser Firefox sendiri.

C. Perbesar cache browser hingga 5% dari kapasitas Harddisk atau 1 – 2 GB
Cara ini terbukti efektif untuk mempercepat akses browser. Logikanya adalah browser tidak perlu tiap kali loading gambar dan tetek bengeknya segala setiap kali berkunjung ke situs yang sudah pernah dikunjungi, karena kalau situs sudah pernah dikunjungi akan otomatis di-cache oleh browser.
Cara ini hanya berlaku jika kapasitas harddisk netter cukup besar. Pada umumnya masing-masing browser ada yang bisa diset kapasitas cachenya, ada yang otomatis. Jika browser netter tidak ada pilihan set cache, artinya netter jangan sering-sering (atau tidak perlu) clear history di browser.

Wednesday, May 5, 2010

Script Multiple File Upload Dengan PHP


Konsep utama dalam membuat script multiple file upload ini adalah, kita harus mengupayakan membuat form yang di dalamnya terdapat komponen upload file yang dinamis. Maksud ‘dinamis’ ini adalah secara otomatis dalam form tersebut akan muncul komponen upload file dengan jumlah sebanyak file yang akan diupload.
Konsep membuat form dinamis tersebut, sebenarnya pernah saya bahas dalam artikel yang lain. Namun, bagaimana dengan implementasinya di multiple file upload ini? Secara garis besar hampir sama, namun dalam artikel kali ini akan saya kembangkan sedikit bagaimana membuat form dinamis dengan Javascript.
Perhatikan tampilan berikut ini yang menggambarkan multiple file upload yang akan kita bahas.
Photobucket
Langkah awal untuk upload file adalah memilih jumlah file yang akan diupload. Dalam contoh ini sengaja saya kasih batasan jumlah file yang bisa diupload adalah 6 buah supaya scrollingnya tidak terlalu panjang. But… Anda bisa menambahkan sendiri maksimum jumlah filenya.
Setelah user memilih jumlah file yang akan diupload melalui combo box, selanjutnya ’secara langsung’ akan muncul komponen upload file sejumlah pilihannya tadi tanpa mensubmit. Untuk memunculkan secara langsung komponen upload file ini, kita menggunakan Javascript.
Photobucket
Nah… bagaimana cara membuatnya? Pertama kita buat terlebih dahulu form dinamis untuk upload filenya.
formupload.html
  Pilih Jumlah File      
 
Perhatikan kode HTML di atas!
Nama komponen untuk memilih banyaknya file yang akan diupload adalah ‘jumfile’. Maksimum ukuran file yang boleh diupload adalah 2MB (perhatikan komponen dengan nama ‘MAX_FILE_SIZE’). Selanjutnya terdapat pula tag
Wah buat apa ya tag itu? Tag itu nantinya akan digunakan sebagai bagian untuk menampilkan komponen upload filenya sejumlah pilihan jumlah filenya. Untuk menampilkan komponen tersebut ke dalam bagian
..
nantinya akan digunakan Javascript DOM.
Berikutnya ada pula komponen . Buat apa nih komponen? Komponen ini digunakan untuk menyimpan informasi tentang jumlah file yang akan diupload. Dalam hal ini nilainya sejumlah pilihan jumlah file. Untuk apa informasi jumlah file ini? Informasi ini akan digunakan untuk script uploadnya, khususnya untuk proses looping. Lho looping? ngapain harus pakai looping? Ya… Karena pada dasarnya proses upload multiple file ini adalah proses upload file yang diulang-ulang sebanyak jumlah filenya. Simpel bukan idenya? :-)
OK.. next.. bagaimana cara membuat komponen upload yang dinamisnya? Sesuai skenario di atas yaitu sejumlah komponen upload akan muncul setelah user memilih jumlah file yang akan diupload, maka kita berikan event onchange pada combo boxnya.
formupload.html
  Pilih Jumlah File      
 
Pada combo box, kita berikan event ‘onchange’ yang nantinya diarahkan untuk memanggil function ’show()’ dalam Javascriptnya. Function ’show()’ inilah yang akan menampilkan komponen upload dinamisnya. Trus… bagaimana bentuk function ’show()’ Javascriptnya? Ini dia
formupload.html
     


       
  Pilih Jumlah File      
 
Wah bagaimana tuh ide dalam Javascriptnya, kok bisa seperti itu? Konsepnya adalah membuat looping untuk membuat komponen sejumlah n buah. Nilai n ini adalah sama dengan nilai jumlah file yang akan diupload melalui pilihan combo boxnya (n = document.myform.jumfile.value). Namun, untuk setiap komponen tersebut kita harus buat name yang berbeda karena dalam hal ini nama komponen tidak boleh sama, misalnya



.
.
dst
Untuk membuat sejumlah n buah komponen upload file tersebut, maka digunakan looping
for (i=0; i<=n-1; i++)
{
   string = string + "Pilih File: \"userfile"+ i + "\" type=\"file\">
";
}
Selanjutnya komponen-komponen tersebut digabung menjadi satu ke dalam sebuah string, dan akhirnya string tersebut ditampilkan ke dalam bagian
dengan cara memberikan perintah:
document.getElementById('selectfile').innerHTML = string;
Sedangkan perintah
document.myform.n.value = n;
digunakan untuk memberikan nilai pada komponen dengan nilai yang sama dengan n (berasal dari combobox)
OK.. paham ya konsep Javascript untuk membuat form upload dinamis. Sekarang kita fokus ke script PHP untuk proses uploadnya. Pada prinsipnya sama seperti upload single file, namun dalam script ini kita buat looping dalam proses uploadnya.
upload.php
 
// membaca nilai n dari form upload
$n = $_POST['n']; 
 
// setting nama folder tempat upload
$uploaddir = 'data/';
 
// proses upload yang diletakkan dalam looping
for ($i=0; $i<=$n-1; $i++)
{ 
  // membaca nama file yang diupload di setiap komponen upload
  $fileName = $_FILES['userfile'.$i]['name'];    
 
  // membaca ukuran file yang diupload di setiap komponen upload
  $fileSize = $_FILES['userfile'.$i]['size'];
 
  // nama file temporary yang akan disimpan di server
  $tmpName  = $_FILES['userfile'.$i]['tmp_name']; 
 
  // menggabungkan nama folder dan nama file yang diupload
  $uploadfile = $uploaddir . $fileName;
 
  // proses upload file ke folder 'data'
  if ($fileSize > 0)
  {
      if (move_uploaded_file($tmpName, $uploadfile)) 
      {
          echo "File ".$fileName." telah diupload
";
      } 
      else 
      {
          echo "File ".$fileName." gagal diupload
";
      }
  }
}
 
?>
Ada hal yang perlu kita perhatikan terkait dengan script di atas. Misalkan kita memilih jumlah file yang akan diupload sejumlah 4 buah. Setelah kita memilih 4 pada combo boxnya, maka akan muncul 4 buah komponen untuk upload file. Namun, dari 4 komponen yang muncul ternyata kita hanya menggunakan 2 komponen saja, sehingga 2 komponen yang lain kosong. (lihat gambar di bawah ini)
Photobucket
Nah… untuk mengantisipasi bahwa proses upload hanya terjadi jika komponen uploadnya telah terisi filenya, maka digunakanlah statement berikut ini dalam script di atas.
if ($fileSize > 0)
{
    ....
}
Idenya adalah dengan mengecek ukuran file yang akan diupload di setiap komponen upload. Bila ukuran filenya > 0 maka dipastikan dalam komponen upload tersebut terdapat file yang akan diupload. Namun jika tidak (ukuran file kurang atau sama dengan 0) maka dianggap tidak ada file yang akan diupload.
OK… selesai deh pembuatan scriptnya. Mudah bukan?? Semoga bermanfaat ya… :-)

8 Langkah Menuju Suskes


Ketika Anda mulai untuk mengambil tindakan menuju tujuan dan impian Anda, Anda harus menyadari bahwa setiap tindakan tidak akan sempurna. Tidak setiap tindakan akan menghasilkan sesuatu yang Anda diinginkan.. Tidak setiap tindakan akan bekerja sesuai impian anda. Terkadang membuat kesalahan, mendapatkan hampir benar, dan percobaan untuk melihat apa yang terjadi adalah bagian dari proses untuk akhirnya mendapatkan sesuatu dengan benar, sesuai dengan impian.Ada pepatah mengatakan, kegagalan adalah awal dari kesuksesan.Tapi perlu kita ingat bahwa bukan berarti kesuksesan harus dimulai dari kegagalan.
Bisa jadi kesuksesan dan impian yang anda raih adalah hasil dari perenungan, pemikiran yang dalam, hingga anda berbuat.  Tips dalam meraih cita-cita dan impian :
  1. Kenali kemampuan dan cita-cita anda. Ini adalah langkah paling awal dari pencapaian cita-cita.
  2. Fokus pada tujuan. Fokus, penting untuk diterapkan. Jika seorang petani mengejar ayam 2 ekor sekaligus, maka tidak satu ekorpun yang ia dapat. Yang ia dapat hanya kelelahan. Fokus dan konsentrasi, langkah perlangkah untuk menuju cita-cita itu.
  3. Terus asah bakatmu. Setelah konsentrasi, selanjutnya adalah mengasah apa yang telah dipelajari.
  4. Berani mencoba sesuatu yang baru. Jangan takut untuk mencoba. dalam mencoba pasti ada jatuh nya. Tapi jangan dilihat seberapa banyak jatuhnya, melaikan seberapa banyak kamu dapat bangkit.
  5. Tekunlah berlatih.  Orang yang tidak pintar, tapi belajar, lebih baik daripada yang pintar tapi tidak belajar. Lebih baik lagi  jika pintar dan belajar.
  6. Belajarlah dari orang sukses. Tentu kalau kamu bercita-cita menjadi presiden, figur presiden seperti apa yang kamu inginkan. Tentukanlah sesuai dengan cita-citamu
  7. Berdoalah dan tawakal selalu. Agar hidupmu tenang, berdoalah.
  8. Mintalah doa dari orang-orang yang kita cintai dan disekeliling kita.

Keajaiban Angka 19.......0.........7............

Angka 19 merupakan kunci utama akan keteraturan susunan huruf, kata, kalimat, jumlah ayat, dan jumlah surah dalam Alquran.

Allah SWT menciptakan bilangan sebagai bahasa universal, yang dapat ditemui di seluruh ciptaan-Nya yang dijabarkan dalam bentuk satuan, ukuran massa, volume, kecepatan, dan lain sebagainya. Bahkan, dalam kehidupan sehari-hari, umat Islam tak pernah melewatkan angka-angka atau bilangan itu. Misalnya, bilangan rakaat shalat, persentase zakat, pembagian warisan, jumlah hari berpuasa, waktu melempar jumrah, tawaf, sai, Lebaran Idul Fitri, dan Idul Adha.

Dan, Alquran sebagai kitab suci umat Islam, juga banyak menyebutkan tentang bilangan. Salah satunya adalah angka 19, sebagaimana terdapat dalam surah al-Muddatstsir ayat 30. ”Dan di atasnya ada 19 (malaikat penjaga).”Penyebutan angka 19 ini ternyata sangatlah menakjubkan. Bahkan, beberapa ilmuwan Muslim bidang matematika, telah menemukan berbagai hal istimewa terkait angka 19 ini. Di antaranya, Abah Salma Alif Sampayya, Fahmi Basya, dan Iskandar AG Soembrata.

Bilangan 19 adalah bilangan prima, yaitu bilangan yang tidak habis dibagi dengan bilangan mana pun, kecuali dengan dirinya sendiri. Bilangan prima lainnya adalah 2, 3, 5, 7, 11, 13, 17, 19, 23, 29, 31, dan masih banyak lagi. Para astrofisikawan meyakini bilangan prima sebagai bahasa komunikasi di alam semesta dan dijadikan sebagai bahasa, dalam melakukan percobaan komunikasi dengan makhluk angkasa luar.

Dalam bukunya, Abah Salma Alif Sampayya menyatakan, bilangan 19 menjadikan beberapa ilmuwan ternama di dunia menemukan sejumlah rumus atau berbagai keajaiban dengan angka 19. Misalnya, heksagonal, magic star, dan metonic cycle.

Kunci utama
Dalam Alquran, angka 19 menjadi awal pembuka surah. Kalimat Bismillahirrahmanirrahim yang diletakkan sebagai kata pembuka dari keseluruhan ayat dan surah di dalam Alquran, memiliki susunan angka yang sangat menakjubkan. Kalimat basmalah itu bila dihitung hurufnya mulai dari ba hingga mim, berjumlah 19 huruf. Angka 19 ini ternyata menjadi ‘kunci utama’ dalam bilangan jumlah surah, jumlah ayat, dan lainnya di dalam Alquran.


Dalam catatan Sampayya, Alquran menyebutkan bilangan yang berbeda sebanyak 30 kali, yakni 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 19, 20, 30, 40, 50, 60, 70, 80, 99, 100, 200, 300, 2.000, 3.000, 5.000, 50 ribu, dan 100 ribu. Selain bilangan bulat tersebut, Alquran menyebutkan delapan kali bilangan pecahan (desimal), yakni 1/2, 1/3, 1/4, 1/5, 1/6, 1/8, 1/10, dan 2/3. Bilangan pecahan ini sebagian besar terdapat pada ayat-ayat yang berkaitan tentang warisan. Lalu, di mana istimewanya angka 19?

”Bila bilangan bulat dan bilangan pecahan dijumlahkan, hasilnya ada 38. Angka 38 ini merupakan kelipatan dari 19 X 2,” tulis Sampayya. Pendapat senada juga dikemukakan Fahmi Basya, staf pengajar di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta. Dalam bukunya yang berjudul Matematika Islam, Sebuah Pendekatan Rasional untuk Yaqin , Fahmi Basya menjelaskan, berbagai keajaiban angka 19.
Percaya atau tidak, hampir keseluruhan ayat Alquran yang terdapat dalam 114 surat, selalu berpatokan pada angka 19. Misalnya, jumlah surah dalam Alquran jumlahnya 114. Bilangan ini bila dibagi dengan 19, hasilnya adalah 6.

Kata bilangan dalam Alquran adalah adda . Kata yang berasal dari adda ( ma’dudaat, ta’uddu, iddat, adada, dan ma’dud ) disebutkan dalam Alquran sebanyak 35 kali yang tersebar di 19 surah dalam 29 ayat. Dari penjumlahan nomor surat yang sebanyak 29 tadi (misalnya, Al-Baqarah nomor 2, Ali Imran nomor 3, at-Taubah nomor 9, an-Nas nomor 114), adalah sebanyak 779, merupakan perkalian dari 19 X 41.
Begitu juga, dengan penjumlahan nomor ayat yang menyebutkan kata adda atau kata lainnya yang berarti perhitungan atau bilangan itu, jumlahnya sebanyak 1577. Angka ini merupakan perkalian dari 19 X 83. Fahmi Basya mencontohkan, jumlah kata basmalah dalam Alquran juga berjumlah 114 (19 X 6). Kendati surah al-Taubah tidak didahului dengan kalimat basmalah , namun pada surah ke-27 terdapat dua kata basmalah , masing-masing pada pembuka ayat (0) dan ayat ke-30.

Kalimat Bismillahirrahmanirrahim yang berjumlah 19 huruf, terdapat pada surah ke-1 (al-Fatihah) dengan jumlah ayat tujuh buah. Nomor surah at-Taubah adalah 9, sedangkan jumlah ayatnya sebanyak 129. Penjumlahan kode angka kedua jumlah ayat tersebut pun berjumlah 19, yakni 7+1+2+9=19.
Keajaiban lainnya dari angka 19 ini adalah jumlah ayat dari surah pertama (al-Fatihah) hingga ayat ke-8 (al-Anfal) atau sebelum surah at-Taubah, berjumlah 1.235 ayat, yang merupakan perkalian dari 65 X 19. Al-Fatihah jumlah ayatnya tujuh, al-Baqarah 286, Ali Imran 200, an-Nisa 176, al-Maidah 120, al-An’am 165, al-A’raf 206, dan al-Anfal 75.

Pada surah ke-27 (an-Naml), terdapat dua kata basmalah , satu pada pembukaan surah (kode 0) dan satu lagi pada ayat ke-30. Jarak dari surah ke-9 (at-Taubah) ke surah 27 (an-Naml) berjumlah 19 surah.
Keajaiban lainnya, surah pertama memiliki 7 ayat, surah ke-9 memiliki 129 ayat, dan surah ke-27 berjumlah 93 ayat. Penjumlahan ketiga surah tersebut beserta ayatnya juga merupakan kelipatan angka 19, yakni 1+7+9+129+27+93=266. Bilangan 266 merupakan perkalian 14 X 19. Apakah ini semua sebuah kebetulan? Pendapat yang mengatakan bahwa hasil yang selalu merujuk pada angka 19 itu sebagai kebetulan, terbantahkan dengan bukti-bukti lainnya.

Misalnya, struktur kata dalam kalimat basmalah terdiri atas empat suku kata, yaitu Ism, Allah, Rahman, dan Rahim . Dalam Alquran, kata Ism disebut sebanyak 19 kali, kata Allah sebanyak 2.698, kata al-Rahman sebanyak 57 kali, dan al-Rahim sebanyak 114 kali. Masing-masing kata itu merupakan pembagian dari angka 19 pula. Ism adalah 19 X 1, Allah 19 X 142, al-Rahman 19 X 3, dan al-Rahim 19 X 6. Jumlah total pembagian kata Ism (1), Allah (142), al-Rahman (3), dan al-Rahim (6) berjumlah 152 yang juga merupakan hasil dari 8 X 19.

”Bila semua itu merupakan kebetulan, tak mungkin hasilnya selalu berjumlah atau merupakan perkalian maupun pembagian dari angka 19. Ini merupakan pembuktian dari keseimbangan dan komposisi penyusunan kalimat yang sangat teratur, terencana, dan tersusun secara matang oleh Allah SWT,” jelas Sampayya. sya

Kalimat Basmalah
dan Misteri Angka 0
Mungkin sebagian besar umat Islam tak pernah menyadari keteraturan kalimat basmalah . Bahkan, ketika kata Bismillahirrahmanirrahim sebagai pembuka surah, mungkin banyak yang menganggapnya sebagai sesuatu yang biasa dan hal itu merupakan kehendak Allah SWT.
Namun, komposisi jumlah huruf, jumlah kata basmalah yang ditempatkan sebagai pembuka surah, dan tidak disepakatinya kata itu sebagian dari ayat Alquran atau bukan, ternyata bagi ilmuwan matematika memberikan sebuah fenomena yang sangat unik dan menakjubkan. Disadari atau tidak, kata basmalah dalam Alquran yang berjumlah 114 itu, sebanyak 112 di antaranya tidak diberi nomor ayat atau hanya ditandai dengan bilangan 0 (nol).

Angka 0 (nol) ini ternyata memberi dampak yang sangat besar bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Sejarah mencatat, al-Khawarizmi adalah orang yang menulis pertama kali dalam buku Aljabar pada tahun 976 Masehi. Kemudian, setelah dibawa dan diperkenalkan ke Eropa oleh Leonardo Fibonacci, ternyata mendapatkan sambutan yang luar biasa.

Bahkan, revolusi ilmu pengetahuan, khususnya matematika, yang menjadi cikal bakal semua ilmu pengetahuan berkembang pesat setelah digunakannya bilangan nol ini. Teori-teori fisika, kimia, biologi, astronomi, beserta aplikasinya bermunculan dalam peradaban Eropa. Dari angka ini, kemudian lahirlah perhitungan dengan menggunakan sistem binary, 0 dan 1 yang kemudian menjadi cikal bakal komputer.

Demikian juga, dalam Alquran. Kalimat basmalah yang keberadaannya dalam Alquran bagi beberapa kalangan masih diperdebatkan penempatannya sebagai ayat atau bukan ternyata secara aksiomatik menjawab segala perbedaan pandangan tersebut dengan sangat menakjubkan. Di manakah Alquran ‘menyembunyikan’ bilangan 0 (nol) ini? Abah Salma Alif Sampayya, dalam bukunya Keseimbangan Matematika dalam Alquran , menemukan hasil yang mengagumkan.

Pertama, dalam surah al-Fatihah terdapat satu kalimat basmalah yang ditempatkan pada awal surah (ayat 1). Angka 1 merupakan bilangan asli terkecil, yang ‘bukan bilangan prima dan juga bukan bilangan komposit’, karena bilangan itu hanya memiliki satu faktor perkalian saja, yakni 1 X 1, dan kalimat basmalah dalam surah al-Fatihah dengan nomor ayat 1 mewakili bilangan 1.
Kedua, surah at-Taubah tidak dibuka dengan kalimat basmalah , alias kosong (blank, empty) . Kosong bukan bilangan melainkan sifat dari bilangan. Adanya kekosongan dalam penempatan kalimat tersebut pada surah at-Taubah, berkaitan erat dengan sebutan lain surah ini, yaitu al-bara`ah yang artinya bebas. Kosong dapat didefinisikan sebagai sebuah sifat bilangan yang berarti bebas dari nilai apa pun. Ketiga, sebanyak 112 surah, kata basmalah tidak ditandai dengan nomor ayat kecuali tanda 0 (nol), nilai terkecil dari sebuah bilangan. Notasi 0 untuk 112 ayat tersebut adalah untuk membedakan dengan surat at-Taubah yang ‘kosong’ kalimat basmalah .

Apa perbedaan antara ‘kosong’ dengan bilangan 0? Kebanyakan orang menganggap bahwa 0 sama dengan tidak ada atau kosong. Tapi, bagi ilmuwan matematika, 0 tidak sama dengan kosong dan kosong tidak sama dengan 0.Ambillah kalkulator dan cobalah melakukan perhitungan. Bila sebuah bilangan dikalikan dengan angka nol, hasilnya akan nol (0). Tetapi, bila sebuah bilangan dikalikan dengan kosong ( isblank ), hasilnya #VALUE!.

Begitu juga, bila dilakukan pembagian, hasilnya akan berbeda. Misalnya, 114 dibagi 0 sama dengan #DIV/0! atau error . Sedangkan 114, dibagi kosong hasilnya sama dengan #VALUE!.Dengan petunjuk tersebut di atas, Sampayya menegaskan, ”Kalimat basmalah di luar surah al-Fatihah adalah bagian dari ayat Alquran dengan ayat bernomor 0.”
Wa Allahu A’lam. sya

Keajaiban Angka 7
Alquran menyebutkan sejumlah angka atau bilangan. Di antaranya angka 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 19, 20, 100, 200, 1.000, 2.000, 100 ribu, dan lainnya. Dibandingkan dengan lainnya, bilangan yang paling sering disebut dalam Alquran adalah tujuh (7). Apakah keistimewaan bilangan ini?

Dalam Alquran, angka tujuh disebutkan pada 23 surah, dimulai dari surah al-Baqarah [2] ayat 29, dan diakhiri pada surah an-Naba’ [78] ayat 12. Penyebutan angka tujuh berkaitan dengan penciptaan langit dan bumi, kisah-kisah dalam Alquran, misalnya ketika Nabi Yusuf menafsirkan mimpi Raja Mesir tentang tujuh ekor sapi yang gemuk dan kurus serta tujuh tahun musim subur dan paceklik. Kemudian, kisah umat Nabi Hud yang diturunkan siksa selama tujuh malam delapan hari, kisah Ashabul Kahfi, dan lainnya.

Para ahli tafsir juga banyak menafsirkan tentang maksud angka tujuh ini. Misalnya, dalam buku Ensiklopedia Mukjizat Alquran dan Hadis , dibahas secara detail mengenai kemukjizatan angka tujuh ini. Di antaranya, tujuh ayat surah al-Fatihah yang disebut juga dengan al-Sab’u al-Matsani (tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang), lalu ada tujuh surah yang panjang (al-Sab’u al-Thiwal) .

Kemudian, angka tujuh juga dicontohkan dalam pelaksanaan ibadah haji. Tawaf tujuh kali, sai tujuh kali, melempar jumrah dengan tujuh batu kerikil. Angka tujuh juga terdapat dalam gerakan shalat, yaitu posisi sujud yang harus menempelkan dahi, dua telapak tangan, dua lutut, dan dua ibu jari kaki.
Dalam Alquran, terdapat pula tujuh surah yang dimulai dengan kalimat tasbih ( Subhana ), yakni surah Al-Isra, Al-Hadid, Al-Hasyr, Al-Shaff, Al-Jumuah, Al-Taghabun, dan al-A’la.Bahkan, angka tujuh atau kelipatannya juga dijadikan penyebutan dalam Alquran maupun contoh lainnya. Misalnya, angka 70, jumlah huruf Arab (28), jumlah surah yang dimulai dengan huruf yang disebut fawatihu al-suwar (pembuka surah), seperti Alif Lam Mim, Yaa Sin, Haa Mim, Tha Ha, Qaf, Nun, dan Alif Lam Ra , berjumlah 14.
Dalam Alquran, penyebutan angka tujuh yang dimulai dari surah al-Baqarah [2] ayat 29, dan diakhiri pada surah an-Naba’ [78] ayat 12, memiliki makna yang sangat mengagumkan.

Jumlah surah yang berada di antara surah al-Baqarah hingga surah al-Naba sebanyak 77 surah. Jumlah ayat yang berada di antara keduanya (dari ayat pertama hingga ayat terakhir yang menyebutkan angka tujuh), berjumlah 5.649 ayat, yang merupakan perkalian dari 807 X 7.